SMSI Bersama JTR Gelar Diskusi, “Jurnalis Anti Kekerasan”BantenNet

SMSI Bersama JTR Gelar Diskusi, “Jurnalis Anti Kekerasan”

26 Okt 2019, 10/26/2019

BantenNet.com, BOGOR - Guna menjalin silaturrahmi dengan sesama anggota SMSI ( Serikat media siber indonesia) dan JTR ( Jurnalis Tangerang Raya) menggelar diskusi dengan tema jurnalis anti kekerasan di kawasan puncak Bogor.

Menurut ketua panitia Sukron Kegiatan ini sendiri di gelar selama 3 tiga hari dari tanggal 25 -27 oktober 2019.

Kegiatan di mulai di hari pertama dengan melakukan pergantian Jajaran Kepengurusan SMSI Kota Tangerang ,untuk memenuhi kekosongan jabatan dan kepentingan organisasi yang mendesak.

Dihari kedua, diskusi hadiri oleh ketua PWI Banten Rian Nopandra, kepala bidang hukum PWI Banten Atma, Kepala perwakilan SMSI Tanggerang Kota Ayu Kartini, Penasehat SMSI Herwanto, Humas Pemkot Tangerang kota Ahmad Ricky Fauzan dan Humas PDAM Tirta Benteng Kota Ichsan Sodikin .

Dalam penjelasannya , Ketua PWI Banten Rian Novandra mengatakan bahwa SMSI saat ini sudah berkonstituen dengan Dewan Pers,sedangkan JTR sendiri terafiliasi denga PWI Banten.

“Saya mendukung kinerja dari JTR dengan sudah melakukan pembimbingan dan pembinaan kepada para wartawan untuk ikut KLW dan UKW ” Ujar Rian.(26/10/19).

Ia juga menambahkan terkait kekerasan terhadap wartawan,selama itu delik pers maka PWI akan melakukan pendampingan hukum dan undang-undang pers itu lex specialis.

“tadi saya kelupaaan, ada tambahan bahwa undang undang pers masuknya di lex Specialis” Tegas Rian.

Sedangkan kepala bidang hukum PWI Banten Suhatma Rafindo menjelaskan agar awak media agar bisa mengikuti aturan aturan dari dewan pers serta Kaedah Jurnalistik supaya terhindar dari jeratan hukum.

“Selama itu delik pers,maka kita akan mendampingi, namun jika itu delik pidana maka silahkan untuk mempunyai pendamping tersendiri” Ucap Atma.

Di tempat yang sama, Kabag humas Pemkot Kota Tangerang A. Ricky Fauzan mengatakan jika selama ini ada kesan diri nya kaku tidaklah benar.

“Saya baru menjabat sebagai kabag humas selama tiga bulan,kami belum mengenal semua wartawan di kota tangerang,jadi tidak benar jika saya di anggap kaku, dan untuk informasi pun sama , ada yang sudah boleh di sampaikan dan ada yang belum boleh” Tukasnya.

Tambahnya,jika ada permasalahan yang menyangkut kehumasan bisa langsung berkomunikasi dengan dirinya selaku kabag humas.

> ldn/rls
Iklan Masyarakat

TerPopuler