Yayasan Islam AL- Awwabin (Bina Insan Nusantara) Balaraja Siap Perangi NarkobaBantenNet

Yayasan Islam AL- Awwabin (Bina Insan Nusantara) Balaraja Siap Perangi Narkoba

21 Okt 2019, 10/21/2019

BantenNet.comKABUPATEN TANGERANG - Tangani masalah narkoba di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) merangkul organisasi penggiat Narkotika Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM).

Mereka memiliki tugas memberikan pencegahan hingga memberikan informasi akan bahanyanya barang terlarang tersebut.

Ketua DPK.GMDM Kabupaten Tangerang, L.Agus Karyanto mengatakan, langkah yang diambil pihaknya untuk mendorong pelaksanaan bidang pemberantasan peredaran gelap narkotika dan prekursor yang semakin marak. “Kerja sama ini sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh BNN,” jelas

Oleh karena keterbatasan itu, BNN kini telah memiliki perwakilan di 34 provinsi. Namun, pada tingkat Kabupaten dan Kota belum semua dapat dijangkau." Maka GMDM hadir dan ikut berperan untuk menyebarkan luaskan apa dampak serta bahayanya Narkoba,” ujarnya.

Menurut L.Agus Karyanto, ada tiga poin penting yang menjadi ruang lingkup dalam kerja sama ini antara lain penyebarluasan informasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN), pemberian informasi terkait dengan adanya dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di masyarakat. “Dan yang terakhir pemberian pendampingan terhadap para pengguna yang bermasalah dengan hukum,” paparnya.(21/10/2019)

Agus berharap GMDM dapat menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang secara nyata membantu BNN. Hal ini untuk menangani penanggulangan penyalahgunaan narkoba. “Upaya ini kami ambil karena saat ini narkotika sudah masuk ke semua golongan yang ada diseluruh pelosok negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Nawawi selaku Kepala Desa Sentul Kecamatan Balaraja GMDM mengatakan, melalui kerja sama ini diharapkan peredaran narkotika dapat ditekan. Terlebih, peredaran yang ada di bumi tercinta sudah sangat memprihatinkan. “Ini tugas berat kami untuk itu memberantas narkotika di Indonesia, namun kami yakin semua ini bisa terwujud,” pungkasnya

Nawawi menegaskan, terlebih bila penyalahgunaan narkoba terjadi di pemerintahan, dapat merusak moralitas, menghambat produktivitas, dan mengganggu stabilitas. Di masyarakat pun bisa memutus silaturahmi, mengganggu ketertiban umum, juga merusak pergaulan lingkungan,"Jelas Kepala Desa Sentul.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, baik guru, kepala sekolah, tokoh masyarakat, mari kita perhatikan anak-anak kita agar jangan sampai terkena narkoba. Karena banyak sekali dampak yang akan timbul setelahnya.” tukasnya.

Di tempat yang sama, H.Ahyadi selaku penanggung jawab Yayasan Pendidikan Islam Al - Awwaabi (Bina Insan Nusantara) berharap, setelah diberikan pembekalan bahaya narkoba, semua masyarakat khususnya siswa dan siswi MTs dan SMK,, peka terhadap bahaya narkoba.

“Karena dampak yang akan timbul setelahnya bisa menghapus harapan cita-cita pelajar. Bisa menghambat komunikasi antara anak dan keluarga, bahkan bisa merusak akidah, menghambat ibadah, juga merusak akhlak.” tandasnya.

H.Ahyadi pun mengungkapkan, bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan. Mengganggu kejiwaan, juga dapat merusak tatanan sosial.

“Ya nantinya anak-anak tidak bisa berpikir sehat, dan bisa melakukan hal -hal yang tidak diinginkan. Maka dari itu anak-anak jangan sekali-kali mencoba-coba narkoba,” pesannya
.
H.Ahyadi menambahkan, siswa-siswi,Al Awwabi (Bina Insan Nusantara) harus diperkuat juga dengan ilmu non akademik, khususnya ilmu agama. Sosialisasi GMDM kepada murid, agar ke depan bisa lebih waspada, memilih sahabat dan teman, dan memilah lingkungan yang baik, agar terhindar dari narkoba,"ungkapnya.

“Selain sosialisasi dari GMDM. Guru akan memantau murid agar terhindar dari narkoba, sex bebas, dan terhindar dari HIV Aids. Juga perlu diperkuat oleh pemantauan masyarakat, khususnya orang tua murid,” pungkasnya

> ari
Iklan Masyarakat

TerPopuler