Truk Tanah Operasi Di siang Hari, Pol PP Kecamatan Sukadiri Belum Mengetahui Perbup

Truk Tanah Operasi Di siang Hari, Pol PP Kecamatan Sukadiri Belum Mengetahui Perbup

11 Nov 2019, November 11, 2019


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Puluhan mobil truk pengangkut tanah kangkangi peraturan Bupati Tangerang nomor 47 Tahun 2018 tentang jadwal operasional bagi truk tanah dan pasir, meski sudah ada aturan terkait dengan jadwal operasional  untuk melaksanakannya akan tetapi melihat kejadian di lapangan tidak semua pemilik galian dan armada mengikutinya bahkan banyak sekali yang terang benderang melanggarnya seperti di wilayah kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang.

Dari hasil pantau di lapangan mobil truk pengangkut tanah sudah banyak yang beroperasi diluar  dari waktu yang sudah di atur oleh peraturan Bupati Tangerang yang di jadwalkan pada waktu 22:00 malam dan selesai pada waktu 05:00 pagi. Selain jam itu tidak di perbolehkan apapun alasannya, akan tetapi berbeda kenyataan yang ada di lapangan banyak pengguna lalin merasa terusik dan terganggu sebagai pengguna jalan, banyak debu yang berterbangan bahkan bila hujan licin dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, mobil truk bermuatan tanah dalam beberapa hari ini beroperasinya di siang hari dan tidak ada yang menegurnya, meski saya pernah mendengar adanya peraturan mobil truk tanah tidak boleh operasi di siang hari,ujar ibu Uus warga Pekayon pada senin (11/11/2019).

Lanjut, Uus pemilik warung depan Kecamatan Sukadiri, saya emang tidak terlalu mengetahui dengan pasti jam berapa mobil truk itu sudah mulai berjalan akan tetapi pada saat waktu saya ke warung sekitar jam 9 pagi mobil sudah banyak yang melintas, dan saya juga merasa risih meski didepan Kecamatn Sukadiri tidak terlalu ramai kendaraan, terangnya.

"Semua orang sudah banyak yang tahu kok mobil tanah itu beroperasi baik di pagi hari atau siang hari" jelas uus.

Sementara menurut Rasim Sugianto Kasi Trantibum Kecamatan Sukadiri, kami dari pihak pol pp kecamatan lum mengetahui terkait dengan adanya peraturan Bupati itu sendiri, mungkin kurangnya sosialisasi terakit itu dan sejauh ini aturan yang di buat bupati seperti apa isinya dan mobil apa saja yang tidak boleh untuk melintas, ujarnya.

" Saya belum bisa berbuat banyak dikarenakan saya belum mengetahui sepenuhnya batas dan batasan mobil truk yang mengangkut tanah, apa mobil kecil yang memuat tanah sebanyak delapan kubik itu diperbolehkan apa tidak" tanya Rasim.

Rasim juga mengakui banyaknya mobil truk tanah yang sudah beroperasi di siang hari bahkan di pagi hari, saya belum mempelajari seutuhnya isi dari peraturan Bupati Tangerang nomor 47 tahun 2018 dan sampai saat ini saya belum pegang isi dari peraturan bupati itu sendiri, ungkapnya.

Rasim juga berharap kepada pemilik armada dan pengusaha galian agar mentaati aturan aturan yang ada baik perbup atau undang undang tentang galian c, jangan sampai ada warga yang merasa di rugikan dengan adanya aktivitas itu sendiri, secepatnya saya akan melakukan koordinasi dengan pihak pol PP dan Dishub kabupaten Tangerang karna wewenangnya, pihak dari Kecamatn hanya sekedar memberikan informasi dan kordinasi, harapnya mengakhiri.

> ldn

TerPopuler