Ahmad Syahril Baidilah; Sungai Cirarab Harus Kembali Normal

Ahmad Syahril Baidilah; Sungai Cirarab Harus Kembali Normal

Dec 25, 2019, December 25, 2019

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Pencemaran lingkungan di Sungai Cirarab Dan bau sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin butuh keseriusan Pemerintah Daerah. Hal ini menjadi perhatian Ahmad Syahril Baidilah, anggota Dewan dari F-PKS.

Pihaknya telah menyampaikan aspirasi masyarakat, baik kepada bupati maupun dinas terkait.

“Saya sudah sampaikan langsung ke bupati dan wakilnya serta dinas terkait,tentang Pencemaran kali cirarab yang merugikan masyarakat Banyak,Khususnya para petani.

Selain itu, Syahril juga telah menyodorkan beberapa masukan, dalam hal ini solusi penanganan terkait pengelolaan TPA dan aliran Sungai Cirarab yang diduga telah tercemar.

“Saya secara pribadi menyampaikan solusi penanganan pencemaran lingkungan Sungai Cirarab yang sudah lama mengalir air hitam berbusa, di antaranya; tindak tegas perusahaan nakal yang membuang limbah ke sungai, cek seluruh amdal pabrikan, dan melestarikan kembali ekosistem sungai,” Katanya.


Lanjut syahril" Sungai Cirarab harus kembali normal, agar bisa digunakan sebagai air irigasi sawah, tempat mandi dan bermain serta mencuci.

Efek dari pencemaran ini menyebabkan pertanian tidak produktif dan warga terdampak penyakit kulit,pungkas syahril

Wandi warga Gintung (56)mengeluhkan kondisi kali Cirarab yang mengeluarkan bau tak sedap yang menyengat. Warna airnya hitam pekat serta mengeluarkan busa putih yang mengambang di permukaan kali.

Kondisi air kali Cirarab yang menghitam dan berbusa diketahui sudah lama,Dari tahun 90 an, Warga menduga hal ini disebabkan limbah pabrik industri yang sengaja dibuang ke aliran kali, hingga terjadi pencemaran. Air kali sampai mengeluarkan bau menyengat."Ucap wandi

"Wandi mengaku sudah Sering kali gagal panen 100 persen. Padahal, saat sawah bagus produksi gabah bisa mencapai lebih dari 3 Ton.

 Air sungai yang tercemar masuk ke persawahan membuat tanaman padi mati saat akan berbuah. Akibatnya banyak petani gagal panen hingga beberapa kali."Ujar Wandi mengeluhkan

>ydi

TerPopuler