F HUT Kabupaten Tangerang Ke-76 Mahasiswa Gelar Aksi Damai Di Hadang Ormas

HUT Kabupaten Tangerang Ke-76 Mahasiswa Gelar Aksi Damai Di Hadang Ormas

Jumat, Desember 27, 2019, Desember 27, 2019

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - 76 Tahun Kabupaten Tangerang seharusnya Pemuda dan Mahasiswa sadar akan Pembangunan Daerah dalam mengawal kebijakan Pemerintah, Visi Misi Pemimpin sudah sepatutnya mahasiswa ingatkan kembali, 15 program unggulan Bupati dan wakil Bupati Tangerang  2018-2023 Diantaranya adalah Pembangunan dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan serta Pembiayaan Kesehatan dan juga Penyempurnaan Program Pelayanan Publik berbasis E- GOVERNMENT Dalam Rangka Transparansi dan Pemberantasan Korupsi yang Sistematis,Jumat (27-12-2019)

Nyatanya sampai saat ini belum terlihat dan terealisasi. Pembangunan RSUD ke 4 yang katanya akan di realisasikan Tahun 2019 itu belum nampak sama sekali padahal janjinya 2019 akan terealisasikan dan perlu disadari pelayanan kesehatan adalah kunci utama dari segala hal. Belum lagi soal bobroknya pelayanan publik yang diduga kuat adanya pungutan liar bagi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Keterbukaan informasi publik pun sangatlah penting. Untuk menghindari adanya praktik koruptif didalam pemerintahan daerah.

Aspirasi Mahasiswa dan masyarakat tak kunjung didengarkan.
Aksi-aksi yang dilakukan sebagai bentuk Kebebasan berekspresi.

Tuntutan.
1. Realisasikan Pembangunan RSUD Ke 4  Kabupaten Tangerang wilayah barat ataupun selatan.
2. Segera SAH kan Peraturan Bupati Tangerang tentang penanggulangan penyakit tuberkolosis (TBC)
3. Evaluasi Kinerja Disnaker. Terutama pada job fair yang tiap tahun diselenggarakan namun hasilnya nihil.

4. Evaluasi kinerja disdukcapil beserta jajarannya dalam pelayan publik yang kurang baik dan diduga kuat pungutan liar.

5. Evaluasi Kinerja Diskominfo soal keterbukaan Informasi Publik sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008.

Pada  Pukul 14:30 kami mulai aksi di bundaran tigaraksa setengah jam berlalu datang salah satu ormas pada kumpulan kami yang sedang aksi. Tiba tiba mereka langsung menghadang dan meminta dibubarkan. Kami awalnya menolak tetapi mereka mulai represif akhirnya kami mengalah. Karena khawatir ada bentrokan sengit akhirnya masa kami  dibubarkan oleh pihak kepolisian.

"Padahal kami sudah menjelaskan bahwa aksi kami aksi damai.

Dan juga jelas bahwa tuntutan kami pun pro rakyat bukan menyinggung ormas tersebut.

> ydi/kmr

TerPopuler