Aksi Damai Santri Ingatkan Perbup 47 Tahun 2018

Aksi Damai Santri Ingatkan Perbup 47 Tahun 2018

Jan 15, 2020, January 15, 2020

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG – Peraturan Bupati nomor 47 tahun 2018 dinilai tidak konsisten. Demikian teriak para demonstran dari Pondok Pesantren Al Hasaniyah pimpinan KH.Mansyur saat menggelar aksi di Jalan Raya Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Rabu (15/01/2020).

Aksi tersebut dampak dari terlindasnya kaki dua teman mereka oleh truk tanah dalam kecelakaan di Jalan Suryadarma, Kelurahan Selapajang Jaya, tepatnya di depan Gedung ex BNP2TKI Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Selasa(14/1/2020)kemarin.

Mereka memprotes Pemkab Tangerang yang dinilai lemah dalam penegakan Perbup tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang (Pasir, Batu, Tanah) tidak efektif mengatur jam operasional truk tanah yang semestinya dilarang melintas mulai pukul 05:00 WIB hingga 22:00 WIB.

Koordinator aksi, Muhammad Bustomi mengatakan, aksi ini sebagai bentuk dukungan dan peringatan terhadap peraturan Bupati Nomor 47 Tahun 2018 tentang jam operasional truk tanah yang dirasa tidak diterapkan dengan baik, khususnya di kawasan Jalan Raya Kampung Melayu.

“Kami meminta penegakan hukum yang adil dan tidak memihak kepada penguasa atau pemodal. Hukum tidak boleh tumpul ke atas tajam ke bawah,” tuturnya.

Aksi damai santri di Teluknaga ingatkan Perbup 47 th 2018

“Aparat dan seluruh stake holder kami anggap tidak konsisten menegakkan Perbup 47 yang dibuat. Kami nilai melempem dan cuma pepesan kosong belaka,” ujarnya di atas mobil komando.

Para pendemo juga meminta Bupati dan Kepolisian untuk tegas dalam menegakkan aturan tersebut. Serta memberikan sanksi terhadap pelanggar aturan tersebut.

Tak hanya itu, sesekali orator yang merupakan pembina pesantren juga menyenandungkan salawat dan mars santri untuk menyemangati para santri. Bahkan, orator pun meminta santri untuk tidak terprovokasi untuk melakukan aksi anarkis.

“Yang bukan santri, yang cuma mau merusuh, pergi, jangan nodai aksi damai kami. Kami melakukan ini untuk masyarakat dan juga santri, bukan untuk berbuat anarkis,” teriak Bustomi.

Aksi Demonstrasi tersebut juga menyebabkan Jalan Marsekal Suryadharma, Selapajang, Kota Tangerang ditutup.

Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi berlangsung damai melibatkan santri, baik wanita maupun pria.

> ydi/kmr/abt

TerPopuler