PUB Songsong Era Revolusi Industri 5.0

PUB Songsong Era Revolusi Industri 5.0

Kamis, Februari 06, 2020, Februari 06, 2020

BantenNet.com, SERANG - Perkumpulan Urang Banten (PUB) menggelar rapat di Sekretariat Urang Banten, Ciracas Serang (5/2/20). Hadir dalam rapat, Ketua Umum Taufiequrachman Ruki,  Sekretaris Umum Eden Gunawan, Bendahara Umum Hasan Gaido, Bidang Sosial Anang, Bencana Yayat Ruki, Kebudayaan Tb Najib,  H. Embay, Humas Boyke,  Mufti,  Sukatma, Bidang Media Firdaus, dan Bid. Pertanian, kehutanan dan lingkungan Prof  Anton.

Ketua Umum PUB,  Taufiequrachman Ruki dalam arahanya menyampaikan beberapa hal strategis tentang sejarah Banten, potensi pertanian dan kelautan. Untuk efektifitas seluruh program bidang, diperlukan pengorbanan. "Saya juga meminta untuk para wakil ketua umum dapat mewakili ketum jika ketum berhalangan. Sehingga keberadaan PUB itu dapat dirasakan masyarakat," pungkasnya.

Ditengah rapat terbatas tersebut, Taufik Ruki beserta jajaran pengurus inti PUB menerima kunjungan Putri Indonesia dari perwakilan Provinsi Banten, dr. Ratu Lucky Nitibaskara BMedSc(Hons).

Dikatakan Taufik Ruki, bahwa Ratu Lucky ini adalah generasi milenial, cerdas srta secara akademik dapat mewakili intelektual muda Banten. “Kita sebagai Urang Banten, wajib memberi dukungan agar Ratu Lucky dapat mewakili Provinsi Banten dikancah nasional dan internasional,” ujar Taufiequrachman Ruki.

Usai menerima kunjungan Putri Indonesia dari perwakilan Provinsi Banten, dr. Ratu Lucky Nitibaskara BMedSc(Hons) rapat dilanjutkan membahas struktur dan program PUB. Dipenghujung rapat, Firdaus Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Publikasi, menyampaikan bidang media dan publikasi tidak hanya melaksanakan publikasi aktifitas yang dilaksanakan PUB, tetapi bagaimana membuat inovasi, dalam rangka menyiapkan  generasi milenial era 4.0. “Mohon dukungan untuk merealisasikan program bidang media dan publikasi,” kata Firdaus.

Merespon program yang disampaikan Firdaus, Taufiequrachman Ruki, memberi arahan. “Saya ngerti yang dimaksud, tetapi tidak ngerti melaksanakannya. Tetapi berbicara perihal  kemajuan teknologi media, PUB  harus mampu memiliki gagasan untuk kaum muda yang melampaui zamannya,” ujar Taufiequrachman Ruki.
"Sebuah keniscayaan jika teknologi terus bergerak,  ketika kita masih menggunakan kecepatan 4G maka dunia sudah melakukan uji coba 5G dan bahkan di beberapa lembaga riset sudah mulai meneliti persoalan 6G," tandas Taufiequrachman Ruki.

Hal senada dikatakan Prof Anton Apriantono, di era digital ini, harus menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi  dengan revolusi industri 4.0. “Termasuk di bidang pertanian, sudah semestinya kita menyiapkan bagaimana sistem perairan dan industri pertanian lainnya berbasis digital. Semoga PUB juga dapat mendorong pertumbuhan tehnologi dan informasi,” ujar Anton.

Hasan Gaido, mengatakan akan mencari waktu, untuk mengkordinasikan dengan berbagai pesantren di Banten yang memiliki sekolah berbasis multimedia.
" kita mencari format, agaimana mensinergikan program penyiapan SDM di era digital" ungkap Hasan Gaido.

Pada kesempatan yang sama Embay Mulya Syarif mengatakan “Kita menyiapkan sumber daya manusia supaya memiliki kemampuan berpikir kreatif. Untuk jangka pendek ini, kita memiliki sarana untuk mewujudkan program bidang media tersebut melalui Jurnalis Boarding School sebagai Pilot project,  untuk lembaga pelatihan anak anak muda menghadapi masa depan yg berkembang dengan cepat," ungkap H. Embay Mulya Syarif.

Usai rapat terbatas tersebut, Boyke Pribadi selaku Wakil ketua Umum Bidang Humas dan kerjasama PUB menyampaikan, kepada wartawan arahan ketua umum PUB, atas program bidang Humas dan Pubilkasi, Sejatinya semua itu dimulai dari kreatifitas SDM yang melampaui ruang dan waktu. “Sehingga  menyikapi era disrupsi dalam bidang apapun,  maka langkah yang tepat adalah melakukan investasi dalam bidang 'capital intelectual'," urainya.
Boyke juga menerangkan, di era digital atau siber saat ini, khususnya dalam konteks perkembangan media, adalah bagaimana menyiapkan lompatan generasi milenial untuk meyongsong era revolusi industri 5.0. adapun program untuk publikasi, sudah dianggap selesai. “Tetapi saat ini adalah bagaimana kita menyiapkan loncatan," papar Boyke.

> ldn/rls

TerPopuler