Gara - Gara Uang 200 Ribu, Anak Ancam Bunuh Ibu Kandung

Gara - Gara Uang 200 Ribu, Anak Ancam Bunuh Ibu Kandung

Mar 27, 2020, March 27, 2020
Gara - Gara Uang 200 Ribu, Anak Ancam Bunuh Ibu Kandung
Poto ; Ilustrasi

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Warga Kampung Kalapa RT 05/ RW 02, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti dikejutkan dengan adanya peristiwa kejadian seorang anak kandung yang mengancam ibunya, akibat permintaannya tak dipenuhi

Kejadian berawal dari Rahmattuloh anak kandung dari pasangan Embay yang mengancam akan membunuh ibunya karena sakit hati tidak diberi uang sebesar  Rp.200 ribu, (26/03/2020)

Dari keterangan Embay pada BantenNet.com, bahwa benar anaknya Rachmattullah ingin meminta uang kepadanya sebesar Rp.200 ribu. Namun pada saat itu Embay hanya mempunyai dan memberikan uang sebesar Rp.150 ribu saja. Pasalnya, Embay tidak memiliki uang lagi,"jelasnya

Karena kesal keinginannya tak di penuhi, Rahmattuloh sang anak  marah dan tidak mau menerima uang tersebut, pelaku langsung mengamuk dengan menendang ibunya.
Bahkan tak hanya menendang, Rachmattullah juga mengancam akan membunuh ibunya dengan dua bilah pisau yang selalu dibawanya dipinggang

“Awalnya dia meminta uang kepada saya, dan sudah saya kasih. Mungkin karena merasa kurang, dia mengamuk menendang saya dan mengancam akan membunuh,"kata Embay,

Karena merasa takut dengan tingkah laku sang anak, Embay langsung meminta perlindungan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Cisoka.

“Saya langsung melapor kepada pihak  kepolisian, soalnya saya takut juga,” katanya.

Ditempat terpisah Kapolsek Cisoka AKP Akbar Baskoro membenarkan, adanya laporan kepada pihak kepolisian karena merasa terancam jiwanya oleh anak kandung sendiri.

Dari laporan tersebut Jajaran kami langsung meluncur ke lokasi di Kampung Kalapa, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti,” ujarnya, (Kamis, 26/03/2020)

Sesampainya dilokasi, terlapor menolak untuk diamankan dan melakukan perlawanan pada petugas dengan memggunakan pisau

"Terlapor beberapa kali melawan, sehingga berhasil melarikan diri ke salah satu Minimarket di kampung setempat.

“Akhirnya dengan kesigapan anggota melakukan pengejaran. Sesampainya di Mini Market, tetapi kembali terlapor  melawan menggunakan dua bilah pisau, sehingga anggota memberikan tembakan peringatan ke atas,” pungkasnya.

Namun tembakan peringatan tersebut ternyata tidak dihiraukan, akhirnya anggota memberikan pelajaran dengan memberi timah panas di bagian betis kanan pelaku,"ucapnya

“Sempat kabur, saat diberi tembakan peringatan tidak dihiraukan. Terpaksa kami melumpuhkan dan memberikan tindakan tegas. Karena pelaku dinilai bisa membahayakan orang lain,” pungkasnya

> ari

TerPopuler