Akibat 2 Pegawai PDP Corona Wafat, PT. PEMI Di Tutup

Akibat 2 Pegawai PDP Corona Wafat, PT. PEMI Di Tutup

Senin, April 27, 2020, April 27, 2020
Akibat 2 Pegawai PDP Corona Wafat, PT. PEMI Di Tutup
Poto ; Istimewa

BantenNet.comKABUPATEN TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi telah menutup PT Eds Manufacturing Indonesia (PT PEMI), Balaraja.

Penutupan dilakukan setelah adanya dua orang karyawan PT PEMI berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus Corona (COVID-19) yang meninggal dunia.

"Mulai hari ini kita akan menyampaikan Surat Penutupan perihal sementara selama 14 hari kedepan kepada PT PEMI Balaraja terkait adanya 2 orang karyawannya yang meninggal akibat virus COVID-19

Hery Heryanto selaku Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra Pemkab Tangerang menjel enghentian sementara selama 14 hari kerja merupakan amanat Pasal 13 Peraturan Bupati Tangerang Nomor 20 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam percepatan penanganan COVID-19," katanya (27/4/2020).

Hery menambahkan penutupan PT PEMI dilakukan sudah sesuai  protokol pencegahan penyebaran virus Corona yang  berlaku,"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang akan melakukan penyemprotan disinfektan di area perusahaan tersebut," ujarnya

"Sementara itu Tim Gugus Tugas COVID-19, baik dari BPBD dan Dinkes, akan melakukan penyemprotan Disinfektan dan pengecekan kesehatan di PT PEMI Balaraja," tutur Hery.

Ditempat terpisah Kepala Dinkes Pemkab Tangerang dr. Desiriana Dinardianti menjelaskan kedua karyawan PT PEMI yang meninggal dunia berinisial HR dan S.
Sedangkan HR meninggal setelah dinyatakan mengalami gejala virus Corona.

"Berawal dari tanggal 18 April, HR berziarah ke Kampung Ilat Balaraja. Pukul 11.00 WIB pulang ke Cisereh dan pada pukul 12.30 WIB mengalami sesak napas dan pingsan di rumah. Oleh keluarga dibawa ke Klinik Ilanur, dan didiagnosa jantung dan dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang setelah dilakukan Scan Thorax dan Rapid Test, dengan hasil Reaktif

Selanjutnya dirujuk ke RSUD Banten. Tanggal 20 April, saudara HR meninggal dunia," papar dr..Desiriana.

Lain halnya S yang sempat berobat terlebih dahuku ke Klinik Obbini. Namun kemudian dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang.

S memang mengeluhkan mual, lemas, dan sesak hingga diputuskan menjalani rawat inap pada 24 April
Sehari dirawat, tepatnya 25 April pukul 05.00 WIB, S dinyatakan meninggal.

"S. yang beralamat di Villa Balaraja, bagian : QA, pada tanggal 23 April 2020 berobat ke Klinik Obbini, dengan keluhan mual, lemas, dan sesak.
Lalu dianjurkan dirujuk rawat inap tanggal 24 April, namun yang bersangkutan menggalami sesak nafas yang cukup berat

Ketika dirujuk ke RS Awal Bros Tangerang, dilakukan Rapid test, hasilnya reaktif," sebut dr Desiriana.

"Karena itu, akhirnya yang bersangkutan dimasukkan ke IGD.
Namun akhirnya pada tanggal 25 April pukul 05.00 WIB yang bersangkutan meninggal dunia
Bahkan sebelum ilakukan Swab test, dan untuk pemakaman nantinya tetap melalui prosedur COVID-19," pungkasnya


> ari

TerPopuler