Camat Tigaraksa Bantah Ada Tokoh Agama Meninggal Akibat Covid-19

Camat Tigaraksa Bantah Ada Tokoh Agama Meninggal Akibat Covid-19

Senin, April 20, 2020, April 20, 2020
Camat Tigaraksa Bantah Ada Tokoh Agama Meninggal Akibat Covid-19
Poto ;   Hj.Rahyuni Camat Tigaraksa

BantenNet.com
, KABUPATEN TANGERANG - Akibat pemberitaan salah satu media online yang memberitakan meninggalnya salah satu tokoh agama di tigaraksa meninggal dunia karena covid-19  tokoh masyarakat, pemuka agama Islam, santri - santri Pondok Pesntren di Kecamatan Tigaraksa menjadi resah, senin (20/04/2020).

Hal tersebut diungkapkan camat tigaraksa HJ Rahyuni saat memberikan klarifikasi terkait pemberitaan, HJ Rahyuni mengatakan tidak menampik jika ada warganya yang terpapar positif Corona (Covid - 19), namun saat ini kondisinya sudah berangsur membaik, dan saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Banten (RSUD) Banten yang merupakan rumah sakit rujukan Covid -19.

Pasien positif tersebut kata Camat Tigaraksa HJ Rahyuni merupakan asisten pendeta yang tinggal di perumahan PWS Kelurahan Kadu Agung Kecamatan Tigaraksa, beragama non muslim, pada tanggal 28 Maret lalu pasien tersebut dirujuk oleh rumah sakit Metro Hospital Cikupa, dan pada tanggal 13 April dinyatakan positif oleh RSUD Banten.

"Setelah dinyatakan positif pada tangal 14 April 2020, Saya langsung melaporkan ke Pak Bupati Tangerang, dan pak Bupati mengintruksikan agar BPBD menyemprot gereja HKBP, dan rumah pasien, serta keluarganya ditest rafied dan keluarganya diminta untuk mengisolasi,"paparnya.

Berdasarkan keterangan keluarga pasien sambung Camat Tigaraksa, bahwa pasien tersebut pernah melakukan kebaktian digereja HKBP pada Minggu tanggal 15 Maret 2020, memang ada sekitar 700 jemaat yang mengikuti kebaktian, namun dibagi 3 gelombang, Pagi, siang dan malam, pasien positif Covid tersebut hanya mengikuti kegiatan satu gelombang saja, dan dari tracking tersebut hanya sekitar 300 yang dilakukan rapid test.

Selang dua hari kemudian kata Camat Tigaraksa Hj Rahyuni, tepatnya tanggal 17 April 2020, ada kejadian meninggal dunia pasien dalam pengawasan (PDP), perempuan berusia 71 tahun merupakan warga Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa, Perempuan PDP tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Metro Hospital dengan riwayat sakit diabetes, darah tinggi, ginjal, dan dirawat selama sehari semalam dari tgl 15 April sd 17 April 2020 di RS Metro Hospital.

" Setelah itu saya laporkan ke pak Bupati melalui group whats app, namun sangat disayangkan didalam pemberitaan media online tersebut, kejadian pasien PDP berjenis kelamin perempuan yang meninggal dunia warga Desa Pasir Nangka, dikaitkan dengan pasien positif warga asal PWS Kelurahan Kadu Agung yang saat ini masih hidup dan menjalani perawatan di RSUD Banten," terang Camat Tigaraksa HJ Rahyuni.

"Karena pemberitaan tersebut banyak sekali yang mempertanyakan kepada saya, oleh karena itu dirinya sangat menyayangkan ketidak profesionalan wartawan media online tesebut dalam mengolah data, hingga menimbulkan keresahan dimasyarakat, meskipun belakangan ini media online tersebut meralatnya.

" Pejabat dari BPBD Kabupaten Tangerang yang menjadi narasumber media tersebut juga tidak tahu permasalahannya, dan langsung menyimpulkan bahwa pasien perempuan PDP yang meninggal dunia, dikaitkan dengan pasien positif yang merupakan asisten pendeta," pungkasnya

>mg7

TerPopuler