Corona Membuat Hidup Kami Jadi Merana Dan Lelah

Corona Membuat Hidup Kami Jadi Merana Dan Lelah

Senin, April 13, 2020, April 13, 2020
Corona Membuat Hidup Kami Jadi Merana Dan Lelah
Poto : Warga Sedang Mersa Merana


BantenNet.com
 , KABUPATEN TANGERANG - Sudah sekian bulan di wilayah indonesia khususnya di Kabupaten Tangerang masyarakat dibuat begitu lelah dan hampir pasrah dengan mewabahnya virus Corona (Covid -19) sampai hampir 100% perekonomian masyarakat lumpuh dan mengeluh dengan adanya sejumlah larangan baik Himbaun maupun Maklumat agar membatasi interaksi serta aktivitas keluar rumah

 

Sedangkan di satu sisi banyak masyarakat kita yang bekerja sebagai petani, nelayan, jaga parkir, tukang Becak, pedagang asongan,dan pedagang sayur keliling.(13/4/2020)

 

Sama halnya yang dirasakan Wardi (35) warga Pisangan Kayu Agung yang memiliki pekerjaan sebagai juru parkir di wilayah kota Tangerang

 

Menurutnya, adanya wabah virus Corona ini sangat terasa sekali, yang biasanya tempat parkir ramai, kini sepi, sedangkan kebutuhan rumah tangga kami banyak. Tiap bulan pun harus bayar sewa kontrakan belum lagi ditambah anak saya masih pada kecil - kecil yang setiap hariannya butuh jajan dan makan,"keluhnya wardi.

 

Saya berharap adanya upaya dari pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten untuk minimal merasakan dan mengetahui, bagaimana terhimpitnya kami masyrakat di pingiran, sedangkan pemerintah hanya membuat aturan dan larangan tapi tidak memberikan solusi bagi masyarakat,"jelasnya

 

"Kita semua butuh makan, belum lagi tinggalnya pun dikontrakan,walaupun kita semua asli orang Pisangan Kayu Agung.

 

Di tempat terpisah Nusi juga  warga Kayu Agung yang berprofesi sebagai tukang ojek online menjelaskan pada BantenNet.com,"saya juga bingung sudah hampir 1 bulan terakhir ini tidak beroperasi dikarena mangkal (Ngetem) di mana aja sepi penumpang dan order ditambah dengan ada istilah Lockdown ini,"ucapnya

 

"Seharusnya pemerintah ikut pula prihatin dalam membuat aturan serts mengedepankan kebijakan pada masyarakat kecil  yang tinggal di perkampungan serta hidupnya pas - pasan, seperti kami para tukang ojek di mana saja berada,"terang Nusi

 

Tak jauh berbeda dengan Anih (50) pedagang sayur mayur keliling saat BantenNet.com ajak berinteraksi dan berbincang terkait keadaan saat ini

Menurut Anih, "Akibat dan dampak ada virus Corona cukup terasa sekali, barang dagang mengalami kesulitan,ditambah jika dirumah saja siapa yang akan memberi nafkah keluarganya,"keluhnya

 

"Ibaratnya Simalakama, keluar mati, gak keluar mati, bahkan makanan dan sayuran saya sering gak habis, karena masalahnya banyak orang bilang gak punya duit, jadi susah semuanya.

 

Jadi jika dipikir - pikir sekarang zaman sudah terbalik, sebagai contoh hewan ayam saja di lockdown diberi pakan, terus bagaimana dengan nasib kami...??

Kami mau menuruti aturan pemerintah dan mematuhi maklumatnya,"Tapi kira - kira siapa yang akan memberikan Sandang, Pangan dan Papan pada kami masyarakat kecil, yang tak mencari (usaha) tak makan," ujarnya mengakhiri

 

> ari/ldn


TerPopuler