Issue PHK Berskala Besar Itu Hanya Akal - Akalan Pengusaha Lari Dari Tanggung Jawab Dan Kewajibannya

Issue PHK Berskala Besar Itu Hanya Akal - Akalan Pengusaha Lari Dari Tanggung Jawab Dan Kewajibannya

Jumat, April 10, 2020, April 10, 2020
Issue PHK Berskala Besar Itu Hanya Akal - Akalan Pengusaha Lari Dari Tanggung Jawab Dan Kewajibannya
Poto : LBH Pospera

BantenNet.com, JAKARTA - Dunia saat ini memang sedang mengalami krisis global Dengan massive nya penyebaran wabah pandemi virus Covid 19, tak terkecuali di indonesia hal ini menjadi pemicu pemutusan Hubungan Kerja (PHK) skala besar oleh perusahaan perusahaan di semua sektor, 


Padahal jika ditinjau dari sistem manajemen perusahaan tentunya kondisi saat ini tidak juga menjadi alasan sepenuhnya perusahaan melakukan PHK secara besar besaran Sebagai contoh Penghitungan Manajerial Operasional Perusahaan Sebagai Berikut 


untuk menjaga modal dan aset nya Pemilik Modal perlu melakukan pengembangan dengan mendirikan perusahaan bernama N (Contoh) yang bergerak di bidang pembuatan Sepatu Untuk membuat perusahaan tersebut Pemilik Modal  menggunakan sebagian kekayaannya sebagai modal yakni berupa tanah dan sejumlah uang. 


Jumlah keseluruhan nilai modal tersebut ditaksir Rp. 15.000.000.000,- (Lima Belas Miliar Rupiah), Dari modal tersebut Pemilik Modal mengggunakannya untuk pembangunan gedung sebesar Rp. 900.000.000,- (Sembilan Ratus Juta Rupiah) dan izin pembuatan perusahaan Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)  (termasuk di dalamnya harus menyetor sejumlah uang ke bank sebagai persyaratan). Uang Rp. 900.000.000,- (Sembilan Ratus Juta) tersebut di alokasikan untuk pembangunan gedung sudah termasuk biaya buruh yang membangun gedung. Pembuatan gedung dan izin


Dari Modal awal pembangunan gedung dan pembuatan izin serta Penyetoran Persyaratan kepada Bank Menghabiskan uang Sebesar Rp. 1000.000.000,-(Satu Miliar Rupiah) menjadi modal tetap yang nilainya bisa naik kalau dijual di kemudian hari (modal konstan). 


Untuk menjalankan usahanya Pemilik Modal merekrut buruh 100 orang dengan penghitungan Upah Rata rata Sebesar Rp. 4000.000, (Empat Juta Rupiah) dengan bekerja dua shift untuk memenuhi target penjualan. 


Jika ditotal pengeluaran upah, makan dan tunjangan lannya setiap bulannya menghabiskan biaya sebesar  Rp. 2.000.000.000,- (Dua Miliar Rupiah) sudah termasuk uang lembur dan tunjangannya. Untuk menjalankan produksi Pemilik Modal (Pengusaha) membeli 10 mesin alat produksi dengan harga masing-masing mesin Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) dengan total pembelian Rp. 2.000.000.000,- (Dua Miliar Rupiah) Untuk pembelian material bahan baku sebesar Rp. 1000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah) ditambah  keperluan administrasi dan jasa pengiriman sebesar Rp. 1.500.000.000,- (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) ditambah biaya perawatan gedung dan mesin Rp. 250.000.000.,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) serta  cadangan pengeluaran lain-lain sebesar Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) ditambah untuk membayar Biaya pajak sebesar Rp. 2.000.000.000,- (Dua Miliar Rupiah) 


Dari hasil produksi Sepatu tersebut dalam sebulan perusahaan dapat memproduksi sebanyak 1.500.000 (Satu Juta Lima Ratus) Pasang Sepatu siap dijual dengan harga 1 pasang sepatu Untuk Ekspor Sebesar Rp. 2000.000,- (Dua Juta Rupiah) dan untuk dan jika di akumulasikan Dari hasil penjualan 1 bulan terjual 1.000.000 (Satu Juta) Pasang Sepatu dengan nilai penjualan sebesar 

Hasil penjualan: Rp. 200.000.000.000.000,- (Dua Trilyun Rupiah) 


Gedung         :  Rp. 900.000.000,-

Izin pendirian perusahaan : Rp.  100.000.000,-

10 mesin : Rp.  2.000.000.000,-

Bahan baku : Rp. 1.000.000.000,-

Administrasi dan jasa pengiriman : Rp.  1.500.000.000,-

Perawatan gedung dan mesin : Rp.  250.000.000,-

Cadangan pengeluaran lain-lain : Rp.  250.000.000,-

Pembayaran Pajak : Rp.  2.000.000.000,- 

(100 buruh + Tunjangan DLL : Rp.   2.000.000.000,-

Biaya pajak : Rp.   2.000.000.000,-


Total : Rp. 12.000.000.000,-


Sisa Uang Modal : Rp. 3.000.000.000,-


Dari hasil penjualan dikurangi modal, upah buruh beserta tunjangan lainnya dan pajak adalah nilai lebih atau keuntungan bersih sebesar Rp. 1.988.000.000.000,-(Satu Trilyun Sembilan Ratus Delapan Puluh Delapan Miliar Rupiah)  

Catatan: Upah, material dan pembiayaan lainnya dibayar setelah jatuh tempo satu bulan. Selanjutnya biaya pembuatan gedung dan izin pembuatan perusahaan, pembelian mesin tidak diperlukan lagi kecuali kalau mau perluasan usaha.

Pemilik Modal (Perusahaan) Dalam hal ini masih memiliki stok produksi sepatu sebanyak 500.000,- (Lima Ratus Ribu) Pasang yang belum Terjual Namun jika di konversi terhadap nilai Rupiah adalah Sebesar Rp. 1.000.000.000.000,- (Satu Trilyun Rupiah) 


untuk itu sangat lah jelas bahwa yang dikeluhkan oleh para pengusaha yang mengclaim terkena dampak akibat Wabah Pandemi Virus Covid 19 yang berujung pada PHK secara besar besaran terlalu di dramatisir untuk itu Lembaga Bantuan Hukum Posko Perjuangan Rakyat (LBH POSPERA BANTEN) membuka Konsultasi dan Pengaduan yang beralamat di Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna No. 34. Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang Kota Tangerang bagi kawan kawan buruh yang mengalami PHK secara sepihak tanpa ujar Septian Selaku Direktur Eksekutif, 


Septian juga menambahkan bagi kawan kawan buruh yang melakukan konsultasi diharapkan membawa bukti bukti yang berkaitan dengan persoalan dimaksud dan tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk selalu memakai masker dan sarung tangan untuk mengantisipasi penularan Covid 19 pungkasnya.


> ldn

TerPopuler