POLRI,TNI Satpol PP, Dishub Kota Tangerang Gelar PSBB Di Lokasi Check Point

POLRI,TNI Satpol PP, Dishub Kota Tangerang Gelar PSBB Di Lokasi Check Point

Minggu, April 19, 2020, April 19, 2020
POLRI,TNI  Satpol PP, Dishub Kota Tangerang Gelar PSBB Di Lokasi Check Point
Poto : Kapolsek Neglasari Bersama TNI Berikan Himbauan Kepada masyarakat

BantenNet.com, KOTA TANGERANG - Sabtu kemarin (18/04/2020) hari pertama pelaksanaan Penetapan Sosial Berskala Besar (PSBB) disemua wilayah Jabodetabek dan daerah lainnya yang dianggap sebagai Zona merah Covid-19 yang ada di Indonesia, di Kecamatan Neglasari seluruh Personil Gabungan baik TNI, POLRI, Satpol PP dan Dishub Kota Tangerang nampak siga di lokasi yang sudah ditetapkan sebagi  Check Point oleh pemerintah kota Tangerang.

Kompol. R. Manurung. SH Kapolsek Neglasari mengutarakan kepada awak media, pelaksanaan Penetapan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilakukan untuk menekan Penyebaran virus Corona yang berada di kota Tangerang khususnya di wilyah hukum Polsek Neglasari dengan mewajibkan ke suka masyarakat dan pengendara baik Mobil atau pengguna sepeda Motor.

Selain itu menurutnya, tim gugus covid-19 Neglasari memberikan himbauan dengan menggunakan alat pengeras suara kepada masyarakat agar tidak lupa untuk menggunakan masker serta selalu jaga jarak dan tetap mematuhi himbauan yang telah di berikan oleh Pemerintah Pusat atau Kota Tangerang  dan jangan lupa untuk terus melakukan pemeriksaan suhu tubuh.tambah Kompol. R. Manurung.

Dirinya juga selalu menghimbau  kepada masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Neglasari untuk selalu menggunakan masker selama virus Corona masih dalam keadaan pandemi global atau bisa kita katakan Tangerang berada di zona merah, selama 14 hari Pelaksanaan Penetapan Sosial Berskala Besar (PSBB) " ucap Kapolsek Neglasari.

"  Sebenarnya sasaran utama dalam kegiatan hari ini seputar Ketaatan dalam suatu pengguna Masker, Ketaatan dalam menjaga jarak dan Pemeriksaan suhu tubuh terhadap para pengguna jalan raya yang masuk sekitar Wilayah Kota Tangerang" terangnya.

Bahkan dirinya juga menegaskan dasar hukum pelaksanaan PSBB itu yakni Perwal No. 17 Tahun 2020 yang berbunyi bahwa pelaksanaan PSBB dan Kepwal No. 443/KEP.318-BPBD/2020 bahwa petugas wajib memahami aturan PSBB terkait suatu pembatasan transportasi Posisi kendaraan dinas tentunya dapat digunakan sebagai penanda suatu kegiatan pada ruas jalan yang benar, tegasnya.

Jika terjadi suatu pelanggaran terhadap penumpang kendaraan umum yang melebihi Kapasitas sekitar 50 persen dari Pelaksanaan PSBB selama 14 hari nantinya ada petugas yang dapat mengurangi jumlah penumpang dan menurunkannya serta diberikan suatu himbauan berupa bentuk teguran untuk membuat pernyataan dan tidak di ulang kembali, ujar Kapolsek.

Demikian pula bagi pengemudi Ojeg Online yang membawa penumpang jangan diturunkan, melainkan diberi teguran atau membuat pernyataan, dan parapetugas dilarang untuk melakukan suatu tindakan fisik, baik Push-Up, Jumping Jack, scoth Jamp (Jalan Jongkok) kabar dan lain-lain, imbuhnya.

Kompol. R. Manurung juga berharap semoga kegiatan ini dapat meminimalisir penyebaran virus Corona bahakan lebih dari itu bisa memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kota Tangerang bahkan di Indonesia, sekali lagi kami memohon dan berharap kepada masyarakat tetap bekerja di rumah dan ikuti himbaun dari pemerintah untuk bisa bersama sama memutus mata rantai Covid-19 dan semoga situasi seperti ini cepat selesai dan kembali aktifitas seperti baisa, harapnya mengakhiri.

> abt/ldn

TerPopuler