Soal PKH, Di Duga Oknum Pendamping Gelapkan Dana Milik St. Sa'diah Selama Dua Tahun

Soal PKH, Di Duga Oknum Pendamping Gelapkan Dana Milik St. Sa'diah Selama Dua Tahun

Rabu, April 29, 2020, April 29, 2020
Soal PKH, Di Duga Oknum Pendamping Gelapkan Dana Milik St. Sadiah Selama Dua Tahun
Poto ; Bukti Transaksi Laporan Penarikan

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Polemik Program Bantuan Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tangerang Kecamatan Sepatan Timur kian hangat dibicarakan masyarakat desa tanah merah.

Sejak terbongkarnya oleh salah satu anggota KPM (PKH) bernama St sadiah (35) tahun,beberapa waktu lalu yang menceritakan kekecewaan, dan semakin banyak yang berani meminta untuk tolong kepada media agar bisa membongkar adanya dugaan praktek oknum-oknum pendamping PKH ‘nakal’ yang memanfaatkan wewenang mereka untuk meraup keuntungan diatas kesusahan orang lain.

Bahkan disinyalir sudah menjadi modus operandi oknum pendamping PKH ‘nakal’ yang dengan sengaja memanfaatkan kelemahan masyarakat miskin yang tidak paham sistem yang sebenarnya, dengan cara-cara yang tidak terpuji, mereka (oknum PKH nakal-red) membodohi rakyat miskin demi mendapatkan apa yang diinginkanya.

Contoh kasus yang  di Desa Tanah merah Kecamatan Sepatan Timur, salah satu KPM bernama  St Sadiah yang memiliki anak sekolah menengah atas (SMA), Ibu saidah dalam jangka waktu kurang lebih 2 (dua) tahun tidak memegang buku tabungan bank Dan ATM miliknya yang digunakan untuk penarikan dana PKH. Buku bank itu menurutnya dipegang oleh oknum pendamping PKH, karena dinyatakan dirinya sudah tidak patas untuk mendapatkan bantuan lagi dan akan dikembalikan kepada Negara, ucapnya kepada BantenNet.com, Sabtu lalu 18 April 2020.

Namun, betapa terkejutnya Sadiah saat nama dan dananya masih ada dan belum hilang dari daftar bantuan PKH dan hal ini diketahui dirinya saat salah satu saudaranya memberikan informasi bahwa namanya masih ada, sedangkan buku tabungan dan ATM sudah tidak ada pada dirinya dua tahun yang lalu, dengan rasa keingintahuan berusaha untuk meminta kepada pendamping dan inipun tidak berjalan mulus dengan dan mendaptkan penolakan dari pendamping Desa.

" Saya kaget dan terkejut ketika saudara saya memberitahukan bahwa nama saya masih ada dan belum hilang, saat saya mau meminta buku tabungan dan ATM saya pihak pendamping, mengatakan bahwa buku dan ATM saya sudah tidak ada dan sudah masuk ke Dinas dan pemerintah Pusat, saya kesal dan  saya hanya berkata oh,iya !! udah kalau tidak. Dan saya pun pulang akan tetapi aneh bin Ajaib setelah itu selang 10 menit sampai rumah ada utusan dari oknum pendamping  tersebut mengembalikan buku tabungan berserta kartu ATM nya kepada saya, cepat sekali pemerintah pusat kembalikan buku tabungan dan ATM saya cuma dalam waktu 10 menit" kesal Sadiah.

Saya pun kemudian pergi ke bank untuk di print out dan ternyata ada sejumlah daftar penarikan di buku rekening bank, saya mersa heran katanya bantuan saya sudah masuk kepusat tapi ada daftar transaksi penarikan sedangkan saya tidak pernah melakukan penarikan sama sekali karena semenjak tahun 2018 buku tabungan bersama ATM sudah di ambil sama pendamping dengan beralasan, bahwa  saya sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan bantuan PKH, terang saidah

“Saya hanya ingin bertanya, kenapa buku bank saya yang selama dua tahun tidak ada sama saya, katanya sudah di kembalikan ke pemerintah pusat , tapi saat saya print out malah ada banyak transaksi penarikan, sedangkan  sudah dinyatakan tidak terdaftar sebagai penerima lagi, bingung saya apa jin yang nariknya” keluh saidah.

Setelah itu saya datangi rumah pendamping nya membawa bukti rekening koran yang saya dapat dari bank BRI, lalu pendamping tersebut akan  memberikan uang kebijakan kepada saya sejumlah RP 1.000.000 (satu juta rupiah). Tapi tidak saya ambil,  akan saya laporkan saja kepda pihak yang berwajib agar ketahuan bobroknya para pendamping PKH yang ada di Desa Tanah merah, ujarnya.

Bukan hanya sadiah, masih ada beberapa  KPM yang mengalami hal sama, seperti Ibu Iti (42)  KPM PKH saat di temui awak  BantenNet.com mengeluhkan, Bantuan pangan non tunai (BPNT) dan (PKH) yang kartunyapun di pegang oleh pendamping Desa sampai sekarang kartu atm saya bukan saya yang pegang.

Di tempat yang sama, Odih Ketua  Rt 02/01 mengatakan, Bahwa saya pun sudah berusaha untuk mengambil kartu Atm warga saya pada bu elis pendamping desa, tapi hasilnya NiHiL Elis beralasan kartu ini saya yang pegang karena kalau warga yang pegang takut Hilang. jelasnya"

Harapan saya sebagai ketua RT semoga warga di Rt 02/01 desa tanah merah agar penyaluran BPNT/PKH yang akurat, transfaransi, jangan banyak membohongi warga yang minimnya pendidikan yang sangat mudah di bohongi dan di takut takuti,"

Semantara Itu Tim media bantenNet.com, berusaha  mendatangai salah satu kordinator PKH kami mempertanyakan siapa yang mau tanggung jawab akan hal ini, Basarudin, korcam kecamatan sepatan timur mengatakan bahwa kami mau kroscek ke pihak bank BRI dan mau mempertanyakan saya takut uang di tarik ke kas Negara, tuturnya.

> abt/mg6

TerPopuler