Carut Marut BLT, Warga Cisoka Kirim Surat Terbuka Ke Presiden RI

Carut Marut BLT, Warga Cisoka Kirim Surat Terbuka Ke Presiden RI

Selasa, Mei 05, 2020, Mei 05, 2020
 
Carut Marut BLT, Warga Cisoka Kirim Surat Terbuka Ke Presiden RI
Photo; Budi Santoso Dan Ade Suhaeri Ketu Karang Taruna

BantenNet.com
, KABUPATEN TANGERANG - Warga kampung cibugel RT 019 RW 02 Desa BojongLoa Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo tertanggal 2 april 2020 terkait kekecewaan dirinya dan masyarakat desa bojongloa khususnya tentang pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat sebesar Rp 600.000,- yang tidak tepat sasaran, senin (4/05/2020).

Adapun beberapa point kekecewaan yang tertuang dalam surat tersebut antara lain tidak tepat sasarannya penerima BLT sehingga orang yang dianggap mampu (memiliki rumah besar dan mobil,Red) malah mendapatkan bantuan tersebut sedangkan orang yang tergolong miskin di desa bojongloa malah tidak mendapatkannya dan dalam satu RT yang mendapatkan BLT tersebut hanya 3 KK dan untuk diketahui di desa bojongloa ada 24 RT dan 2 kejaroan dengan jumlah penduduk kurang lebih 6426 jiwa.

Warga kampung cibugel RT 019 RW 02 desa bojongloa ataupun penulis surat terbuka tersebut Budi Santoso, ketika dimintai keterangan oleh BantenNet.com mengatakan surat terbuka yang kami tujukan kepada bapak Jokowi (Presiden RI, Red) adalah sebagai bentuk kekecewaan kami sebagai masyarakat desa bojongloa ataupun yang mewakili si Miskin yang tidak mendapatkan haknya tersebut.

"Yang benar saja masa orang yang mempunyai rumah besar dan kendaraan roda empat mendapatkan BLT, dan itu terjadi didepan mata saya sendiri, saya tidak mengarang cerita tersebut tapi ini adalah faktanya," tegasnya.

Kemudian ditambahkan saya sudah mempertanyakan masalah kepada kepala desa Bojongloa Jusepta dan jawabannya makin tidak masuk akal.

"Kepala desa ketika saya pertanyakan ke kepala desa terkait hal tersebut beliau menjawab bahwa pihak desa saja bingung kok dari data yang diajukan malah yang keluar adalah data penerima bantuan pada tahun 2011 lalu, kami mohon kepada pemerintah pusat maupun daerah turunlah ke lapangan kembali dan data masyarakat yang terbaru, baik yang tergolong mampu maupun yang tidak mampu, dan dalam hal ini saya tidak mengatas namakan kepentingan pribadi tapi kepentingan masyarakat khususnya desa bojongloa" papar Budi Santoso yang juga bekerja di PT Fretrend Balaraja.

Sementara itu ketua karang taruna desa bojongloa Ade Suheri mengatakan kami karang taruna juga turut membantu pihak desa dengan memberikan data mana yang layak dan tidak layak menerima bantuan, akan tetapi apa yang kami ajukan malah yang keluar kembali adalah data base tahun 2011 penerima BLT.

"Kami pemuda pemudi desa bojongloa sangat peduli dengan situasi di tengah pandemi covid-19 ini, dan kami juga mendorong agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan bantuannya tepat pada sasarannya,"pungkasnya.

> mg7

TerPopuler