"Gonjang - Ganjeng" Bantuan Terdampak Covid - 19 Rame Di Medsos

"Gonjang - Ganjeng" Bantuan Terdampak Covid - 19 Rame Di Medsos

Jumat, Mei 01, 2020, Mei 01, 2020
"Gonjang - Ganjeng" Bantuan Terdampak Covid - 19 Rame Di Medsos
Poto : Bantuan Kemensos /net

BantenNet.com , KABUPATEN TANGERANG - Seminggu terakhir ini masyarakat Kabupaten Tangerang diramekan dengan ke simpang siur an pemberian bantuan bagi korban terdampak Covid -19 atau masyarakat menyebutnya  dengan BLT 600 Ribu.

Oleh karena itu Team BantenNet.com membentuk serta membuat sebuah kajian dan analisa kejadian di lapangan

# Mari Cerdas Bersosmed supaya tak mudah terprovokasi, hanya sebatas share info 

All About BLT 

1.) Dana BLT 600 ribu/KK selama 3 (tiga) bulan berasal dari Dana Stimulan Kemensos dan Dana Desa (Sesuai Permendes).
Porsi jumlah penerima baik dari sumber Dana Stimulan Kemensos ataupun Dana Desa  berdasarkan Basis data terpadu Kemensos dan  pendataan Desa.

2.) Tidak semua Kepala Keluarga menerima. penerima BLT yang terdampak Covid-19 baik langsung maupun tidak langsung (segi kesehatan dan ekonomi).

3.) Penerimaan BLT berdasarkan kriteria yang dikeluarkan Pemerintah ada 14 Kriteria, 
Silahkan cek di Geoogle (14 kriteria penerimaan BLT) yang termasuk pada Point 1, 2 atau 3 dari 14 kriteria itu berhak atas BLT.

4.) Penerimaan BLT tidak boleh yang sudah menerima bantuan PKH, BPNT dan Jaring Pengaman Sosial 

5.) BLT dalam bentuk Dana sesuai namanya (Bantuan Langsung tunai) bukan dalam bentuk sembako.

6.) Contoh : Loh koq di Jakarta, di Bengkulu bahkan dikota-kota lainnya, ada bagi-bagi sembako juga bahkan setiap rumah dapat ? 
(Pak, Bu itu bukan BLT yang jadi Kebijakan Nasional, itu tergantung Kepala Daerah, Bupati, Walikota dan Gubernur yang mengalokasikan bantuan lain diluar BLT yang menjadi Program Nasional

Sumbernya dari mana ? (Bisa jadi dari APBD, Bansos Provinsi, CSR perusahaan, bahkan hasil potongan Tunjangan para PNS).

7.) Tingkat percepatan penyaluran BLT tidak bisa disamakan secara Nasional tergantung percepatan pendataan yang objektif disetiap-setiap Kabupaten/kota.

8.) Semua pendataan berbasis Komputerisasi dan Aplikasi komputer jadi harus benar dalam penulisan huruf dan angka untuk menghindari Data Eror, jadi bukan Foto Copy KK atau KTP
Lalu bantuan turun semua harus di Input di Aplikasi komputer (jadi harap bersabar sebentar sampai data benar-benar mutakhir, karena yang di salurkan adalah Uang Negara tentu butuh pertanggung jawaban) bagi Pemerintah Provinsi, Daerah juga Desa.

9.) Misal 1200 KK dalam 1 desa tentu tak semua menerima BLT karena paling porsinya hanya 150 - 300 KK (diluar PKH, BPNT dan kartu Prakerja).
Jadi jangan mudah terprovokasi bahwa semua KK pasti dapat, lebih baik kita yang mampu Survive dari kondisi saat ini mensupport semua lapisan aparatur pemerintah agar BLT tersebut cepat tersalurkan dengan tepat sasaran.

10.) Nah...Kalo kita baca 14 kriteria penerima BLT, tentu kita yang mampu beli Gadget seharga 3 juta, dan kuota 150rb per bulan, makan masih bisa 3 kali sehari, beras masih mudah kita beli, bensin motor masih bisa kita beli, hasil tani masih ada walaupun tidak seperti dalam kondisi normal adalah bukan dalam kriteria tersebut.

11.) Untuk yang masih mampu sebaiknya kita ikut membantu (karena gotong royong itu Indonesia banget), dan yang harus di ingat, jaga jaraknya adalah fisik, bukan kemanusiaannya.

12.) Dipoint terakhir semoga kita bisa saling merenung serta Kritik yang membangun boleh,  tapi jangan saling menyalahkan

Mari kita hindari apalagi menyalahkan dengan cara Subjektif atau pakai"Ego Politik" jika ada pengaduan sampaikan dengan cara Elegan dan Objektif, bukan saling sindir di Media Sosial sehingga bukan hanya menimbulkan jarak secara fisik saja, tapi juga meretakan tali Silaturahmi.

Saling iri dengan bantuan yang turun (koq...dia dapet saya tidak) membuat kita bermental "Pengharap bahkan Peminta" atau mungkin kita belum banyak bersyukur.

Ingat..!!! Bapak...Ibu...uang 600 ribu perbulan tak bisa membayar kerukunan bersaudara, bertetangga dan bermasyarakat, jangan sampai wabah ini berakhir namun gejolak sosial terus berlanjut...

Semoga Amal Ibadah Kita diterima Oleh ALLAH SWT. Amiiin Yaa ALLAH Yaa Robbal'aalamiin

> Ari

TerPopuler