Sejarah Ketupat Dan Pandangan Filosofinya

Sejarah Ketupat Dan Pandangan Filosofinya

Sabtu, Mei 09, 2020, Mei 09, 2020
Sejarah Ketupat Dan Pandangan Filosofinya
Photo ; Ilustrasi Ketupat Lebaran

BantenNet.comKABUPATEN TANGERANG - Konon pada waktu itu adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Suku Jawa. 

Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Arti Kata Ketupat Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus

Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari : "Ngaku Lepat" (Red.Mengakui Kesalahannya) dan "Laku Papat" yang artinya Empat Tindakan.

"Ngaku Lepat" dapat diartikan dengan Tradisi Sungkeman menjadi implementasi Ngaku Lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.

Sedangkan Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.

Sedangkan Laku Papat :

1. LEBARAN.
2. LUBERAN.
3. LEBURAN.
4. LABURAN.

# LEBARAN
Menandakan sudah usainya atau berakhirnya waktu puasa. 

# LUBERAN
Meluber atau melimpah, 
ajakan bersedekah untuk kaum fakir miskin
Pengeluaran zakat fitrah.

# LEBURAN
Sudah habis dan dilebur. 
Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis 
karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.

# LABURAN
Berasal dari kata Labur, 
dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air 
maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

FILOSOFI KUPAT - LEPET
KUPAT

Kenapa mesti dibungkus JANUR ? ?

Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (Telah datang cahaya )

Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat HATI manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti KUPAT YANG DIBELAH, 
pasti isinya putih bersih, 
hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa???
Karena hatinya sudah dibungkus CAHAYA (ja'a nur). 

LEPET :

Lepet maksudnya "Silep kang rapet" Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita Kubur/Tutup yang rapat

Jadi setelah Ngaku Lepat(mengakui kesalahannya) segera meminta maaf, dan
menutup semua kesalahan yang sudah dimaafkan, agar jangan diulang lagi, serta agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya"KETAN DALAM LEPET"


> ari

TerPopuler