Soal Bank Banten ; BEM se Banten Nyatakan sikap tegak hukum dan semangat anti korupsi di Provinsi Banten

Soal Bank Banten ; BEM se Banten Nyatakan sikap tegak hukum dan semangat anti korupsi di Provinsi Banten

Selasa, Mei 19, 2020, Mei 19, 2020
Soal Bank Banten ; BEM se Banten Nyatakan sikap tegak hukum dan semangat anti korupsi di Provinsi Banten
Photo ; Gedung Bank Banten

BantenNet.com, SERANG - Ramainya pemberitaan mengenai permasalahan yang ada di Bank Banten, hal tersebut menimbulkan pro dan kontra terhadap kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten terkait upaya penyelamatan Bank Banten dengan memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemprov Banten dari Bank Banten ke Bank BJB.

Dilihat dari sejarah pembentukan Bank Banten dari mulai era Rano, Pemerintah Provinsi Banten melakukan pembentukan Bank dengan membeli Bank Pundi yang kemudian Bank Pundi dirubah menjadi Bank Banten pada tahun 2016. Pembelian tersebut melalui PT. Banten Global Depelopment (BGD) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  Provinsi Banten.

Menurut sekjen BEM Banten Ade Putra, bahwah pembentukan Bank Banten hampir saja batal akibat adanya tindakan korupsi yang dilakukan oleh Wakil Ketua dan Anggota DPRD Banten bersama Direktur PT. BGD yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK RI karena telah melakukan tindakan suap untuk memuluskan pembentukan Bank Banten, tuturnya kepada BantenNet.com, pada Selasa 19 Mei 2020.

" setelah diresmikan pada tahun 2016 Bank Banten menjalankan bisnis perbankan dengan modal yang disuntikan oleh Pemprov Banten, tetapi Bank Banten justru terus mengalami kerugian dari tahun ke tahun" tambahnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pasca lengsernya kepemimpinan Gubernur Rano Karno, maka Gubernur Banten Wahidin Halim meneruskan estafet Bank Banten yang masih dalam keadaan tidak sehat. Tugas berat Wahidin Halim diawal kepemimpinannya pada akhir tahun 2017 yang pada waktu itu proses penyidikan kasus korupsi Bank Banten masih terus berlangsung dalam pengusutan oleh KPK RI, jelas Ade

Jika dilihat dari fakta sejarah bahwa proses pembentukan Bank Banten sangat Bermasalah dan koruptif dengan dibuktikannya oleh KPK RI yang telah menangkap Wakil Ketua dan Anggota DPRD Banten serta Direktur PT. BGD. Dan kami menduga ada aktor intelektual lain yang belum diusut tuntas oleh KPK RI. Maka dengan ini kami BEM se Banten menyatakan sikap demi tegaknya hukum dan semangat anti korupsi di Provinsi Banten. Dan beberapa point pernyataan sikaap, 

1. Kami BEM se Banten mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus hukum proses pembentukan Bank Banten.

2.Kami BEM se Banten Mengawal Pemprov Banten untuk melakukan penyelamatan Bank Banten yang berlandaskan hasil riset dan kajian ekonomi.

3.Kami BEM se Banten  mengajak kepada seluruh Mahasiswa yang ada di Banten agar tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh isu pemberitaan yang bukan datang dari pakar ahli Perbankan.

4.Kami BEM se Banten  mendukung upaya semangat anti korupsi di Provinsi Banten.

menurutnya ke Empat pernyataan sikap yang di sampaikan rekan rekan BEM Se Banten Akan terus  diperjuangkan Agar Bisa Menjadi solusi Bagi Permasalahan Yang ada Saat Ini. 

> ldn

TerPopuler