Wow.....!!! Ada Penipuan Bertopeng Parsel Lebaran di Tigaraksa

Wow.....!!! Ada Penipuan Bertopeng Parsel Lebaran di Tigaraksa

Jumat, Mei 15, 2020, Mei 15, 2020
Wow.....!!! Ada Penipuan Bertopeng Parsel Lebaran di Tigaraksa
Photo : Diduga Kediaman Rumah Pelaku

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Mendekati Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung hari ada ada saja ulah dari seorang wanita berinisial G (34) yang diduga telah menipu milyaran rupiah dengan modus menawarkan paket sembako atau parsel lebaran murah, kamis (14/05/2020).

Hal ini berawal dari adanya kurang lebih 20 orang yang merasa tertipu oleh G (34) yang menawarkan paket sembako ataupun parsel lebaran murah, para korban diharuskan transfer uang terlebih dahulu kepada pelaku dengan kisaran 20 - 50 juta rupiah bahkan ada yang sudah menyetorkan hingga 200 juta rupiah.

Oleh pelaku, para korban dijanjikan paket sembako akan dikirimkan 4-5 hari setelah transaksi pembayaran selesai dilakukan. Namun, hingga saat ini paket sembako yang dijanjikan tidak pernah dikirim kepada para korban.

Untuk memuluskan aksinya pelaku sengaja menyewa sebuah rumah di Triraksa Village Blok A3, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Alih-alih membuat para korbannya percaya, rumah tersebut ia jadikan tempat untuk mengemas bahan sembako yang sudah dipesan.

Bahkan, agar lebih meyakinkan pelaku juga mempekerjakan beberapa orang karyawan yang bertugas mengemas bahan-bahan sembako seperti minyak goreng, gula, dan terigu.

Parahnya lagi, para karyawannya juga diminta untuk ikut mengorder dan mencari konsumen yang mau memesan paket sembako dengan syarat membayarnya di muka.

“Saya sudah order dan sudah saya kasih uangnya kepada mbak G (pelaku, red) sebesar Rp52 juta lebih, saya transfer. Tapi sampai sekarang barangnya belum dikirim tiap saya tanya dia cuma suruh saya sabar,” ungkap Fitriani (23), karyawan sekaligus korban.

Fitri yang berstatus mahasiswi ini, awalnya tergiur ajakan seorang temannya untuk bekerja di tempat pelaku dengan imbalan sebesar Rp2,500,000 perbulan sejak 6 April 2020 lalu. Namun, jangankan mendapat gaji, justru saat ini Fitri dituntut mengganti uang para konsumen yang merasa tertipu.

“Kami tidak digaji dan sekarang di suruh mengganti uang para konsumen,” lirihnya

Fitri melanjutkan, ia dan para korban sudah melaporkan kasus penipuan paket sembako lebaran tersebut ke Polresta Tangerang sejak tanggal 2 Mei 2020 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut dari kasus tersebut.

“Malah saya dapat informasi pelaku hanya dikenakan wajib lapor saja alasan penyidik dalam situasi pandemi corona mereka tidak menerima tahanan,” ujarnya

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Tangerang Kompol Gogo Galesung saat dikonfirmasi mengenai kasus tersebut, belum bisa memberikan keterangan dan akan mengecek kasusnya terlebih dahulu.

“Nanti saya cek dulu,” singkatnya 

> mg7

TerPopuler