Dewan Pembina FAM: Kami Sarankan FAM dan Walikota Duduk Bersama

Dewan Pembina FAM: Kami Sarankan FAM dan Walikota Duduk Bersama

Sabtu, Juni 27, 2020, Juni 27, 2020
Dewan Pembina FAM: Kami Sarankan FAM dan Walikota Duduk Bersama
Photo : FAM Tangerang


BantenNet.com
, KOTA TANGERANG- Ketua Pembina Forum Aksi Mahasiswa Rahmat Sanjaya, meminta agar para aktifis FAM yang saat ini sedang melakukan aksi mengkritisi  anggaran penanganan Covid-19 oleh Pemkot Tangerang, untuk duduk bersama dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. "Kami meminta agar adek-adek kami yang saat ini sedang melakulan aksi mengkritisi kebijakan Pemkot Tangerang, untuk mau duduk dengan Walikota untuk berdiskusi langsung,  dan kami meminta Pak Arief  untuk menerima adek-adek kami," kata mantan aktifis 98 ini.

 

Lebih jauh Rahmat yang dikenal dengan nama Komeng menyatakan, aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam FAM Tangerang ini, murni sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap rakyat Kota Tangerang yang hampir sebagian besar terdampak Covid-19.

"Sikap kritis FAM mewakili rakyat yang terdampak langsung, karena selama ini Pemkot Tangerang tidak juga kunjung merealisasikan bantuan langsung tunai (BLT) maupun bantuan non tunai, yang sudah dianggarkan dalam APBD Kota Tangerang," kata Komeng.

 

Karena belum juga ada realisasi tersebut, maka tambah Komeng, para aktifis FAM kemudian terus melakukan aksi, hingga mendirikan posko khusus di depan gerbang pintu masuk Gedung Puspem Kota Tangerang. "Mereka akan terus melakukan aksi dan mendirikan posko, selama belum ada realisasi dari Pemkot Tangerang, dan tentunya meminta agar pak Walikota segera merespon dengan melakukan dialog langsung, kami tunggu agar pertemuan segera dilakukan, saya sarankan Pak Walikota bisa melakukan dialog langsung, temui mereka yang saat ini melakukan aksi non stop tersebut," katanya.

 

Selain itu komeng menjelaskan Selama ini, aktifis FAM selalu melakukan aksi dengan total, maka tidak mengherankan, jika kemudian mereka mendirikan posko khusus sebagai bentuk militansi gerakan. "Kami total dalam perjuangan, sehingga hak-hak rakyat terpenuhi, dan ini jadi kewajiban pemerintah, terlebih dalam kondisi wabah Covid seperti ini," katanya.

 

Diketahui dalam  aksinya, FAM Tangerang  mempertanyakan  Anggaran Penanganan Covid-19 yang berbentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) atau Bantuan sosial (Bansos) Covid-19, dimana seakan Pemerintah Kota Tangerang lepas tangan dan lebih menyerahkan tanggung jawab sosial tersebut kepada Pemerintah Pusat (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi padahal Pemerintah Kota Tangerang pun menganggarkan untuk Penanganan Covid-19 tersebut.

 

Diketahui  penerima Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 yang di ajukan oleh Pemerintah Kota Tangerang sebanyak 177.366 KK telah disanggupi oleh Pemerintah Pusat (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi dan sampai hari ini proses pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 kepada masyarakat masih terus berjalan. "Namun sungguh ironi di tengah kasus Pandemi Covid-19 yang memberikan dampak yang cukup luar biasa bagi masyarakat.

 

 namun Pemerintah Kota Tangerang tidak hadir dalam setiap sendi kehidupan masyarakatnya, hal tersebut terlihat jelas dengan belum direalisasikan sama sekali Anggaran Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Kota Tangerang yang berbentuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp. 120.640.000.000.00," ujar Sandi Martapraja, Humas FAM kepada wartawan.

 

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Tangerang yang tak kunjung Transparan kepada publik terkait Anggaran Penanganan Covid-19.

" Perlu sama-sama diketahui bahwa terkait Anggaran Penanganan Covid-19 terdapat Tiga Pos Alokasi,  Kemudian selanjutnya jika melihat perubahan data hasil rasionalisasi "Refocusing dan Realokasi Anggaran Pemerintah Daerah Dalam Rangka Penanganan Covid-19" di Kota Tangerang yang di publish oleh Kementerian Keuangan dan Kementrian Dalam Negeri bahwa Kota Tangerang telah melaporkan tentang Anggaran Penanganan Covid-19 yang diajukan tersebut sebesar Rp. 221.950.000.000," katanya.

 

Alokasi tersebut meliputi, 1. Penanganan Bidang Kesehatan (Rp. 97.980.000.000), 2. Penanganan Dampak Ekonomi (Rp. 3.330.000.000), 3. Penyediaan Jaring Pengaman Sosial (Rp. 120.640.000.000). "Namun hal tersebut jika coba merujuk pada statment yang di lontarkan oleh Arif Wismansyah selaku Walikota Tangerang melalui siaran persnya tentang Anggaran Penanganan Covid-19 di alokasikan sebesar 36% dari Total APBD Tahun 2020 yang berjumlah Rp. 4,3 Triliun.

 

Maka dari itu harus adanya Klarifikasi oleh Walikota Tangerang agar tidak menjadi pembohongan publik, mengingat data Realokasi Anggaran yang disampaikan kepada Menteri Keuangan tidak sesuai dengan presentase 36% dari total keseluruhan APBD Tahun 2020," Pungkasnya.

 


TerPopuler