Kisruh Pemotongan BLT DD Desa Pasanggrahan, Ada Dugaan Di Lakukan Secara Sistematis

Kisruh Pemotongan BLT DD Desa Pasanggrahan, Ada Dugaan Di Lakukan Secara Sistematis

Senin, Juni 29, 2020, Juni 29, 2020
Kisruh Pemotongan BLT DD Desa Pasanggrahan, Ada Dugaan Di Lakukan Secara Sistematis.
Photo : Kantor Desa 

BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Pasanggrahan Kecamatan Solear makin memanas dan kisruh karena diduga adanya  pemotongan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan secara sistematis dengan adanya beberapa KPM yang masuk dalam daftar penerima akan tapi tidak menerima BLT Dana Desa  tersebut, senin (29/06/2020).

Untuk diketahui desa pasanggrahan kecamatan solear telah menyalurkan BLT DD sebanyak 279 KPM dengan jumlah seluruhnya Rp 167.400.000, pada hari minggu lalu  (7/06/2020) tanpa di saksikan Babinsa dan Binamas setempat dengan perincian dari 69 RT yang ada di desa pasanggrahan satu RT hanya mendapatkan 3 KPM jadi total 207 KPM sementara 72 KPM sisanya disalurkan kepada BPD, Karang Taruna, Posyandu, RW dan lainnnya, ironisnya lagi yang seharusnya satu amplop berisi Rp 600.000 malah hanya terisi Rp 550.000, yang artinya telah terjadi pemotongan sebesar Rp 50.000.

Walaupun pada akhirnya uang pemotongan tersebut kini sudah dikembalikan kepada yang berhak pada hari rabu tanggal 24 juni 2020 yang dilakukan oleh Kaur Kesra desa pasanggrahan Suyatno didampingi ketua BPD H Tatang dan sekaligus permintaan maaf dengan cara mengumpulkan ketua RW dan ketua RT di satu titik.

Chief of presidium LSM SOAK Ansyah Sandy angkat bicara terkait  permasalahan pemotongan BLT DD desa pasanggrahan, meminta kepada aparatur penegak hukum untuk segera memeriksa perangkat desa pesanggrahan beserta kepala desa terkait dengan system dan mekanisme BLT DD desa pesanggrahan yang di duga kuat ada unsur pungli, manipulatif, transaksional, Nepotisme serta gratifikasi.

"Dugaannya ada unsur pungli, manipulatif, transaksional, nepotisme serta gratifikasi dan dilakukan secara sistematis, walaupun uangnya sudah dikembalikan kepada yang berhak dan adanya permintaan maaf dari oknum, tapi secara hukum tetap harus berjalan," papar Ansyah Sandy.

Sementara itu Camat Solear H Soni Karsan mengatakan apapun bentuknya tidak diperbolehkan adanya pemotongan dan harus diberikan kepada yang berhak.

"Saya sudah mengumpulkan kades dan perangkat desa dan meminta mereka untuk mengembalikan pemotongan BLT DD tersebut, dan mereka sudah mengembalikannya," jelas H Soni Karsan.

Menurut pengakuan salah seorang warga kampung di desa pasanggrahan kecamatan solear yang tidak mau disebutkan namanya, sebut saja B mengatakan mana katanya ada pengembalian uang yang dipotong kemarin tapi saya tunggu tunggu kok belum datang juga orang desanya, tuh malah saya dapat informasi ada nama di daftar penerima tapi dia ga terima uangnya.

"Kok gitu ya orang desa, kami ini orang kecil dan susah masa masih dipermainkan seperti ini, jangan gitulah kasihan sama kita," tandasnya

Ketua BPD H Tatang mengatakan semuanya sudah dikembalikan dan kami telah memohon maaf kepada pengurus RW, RT dan warga atas kejadian ini, setelah ini menjadi pembelajaran yang cukup berharga untuk kami.

"Awalnya ada pemotongan karena ada bahasa dari petugas BJB pada saat kami mencairkan bahwa ada potongan pajak sebesar 3 juta rupiah walaupun akhirnya bahasa tersebut di anulir, dan ada juga rancunya tentang bantuan tersebut apakah ini untuk upah gugus tugas atau BLT DD, kami intinya sudah mengembalikan semua jumlah pemotongan yang sebesar Rp 13.950.000 kepada KPM dan kami telah meminta maaf," pungkasnya.

> yan

TerPopuler