Operasional Selama 24 Jam, Galian Tanah Di Kecamatan Rajeg, Dikeluhkan Warga

Operasional Selama 24 Jam, Galian Tanah Di Kecamatan Rajeg, Dikeluhkan Warga

Senin, Juni 29, 2020, Juni 29, 2020
Operasional Selama 24 Jam,  Galian Tanah Di Kecamatan Rajeg, Dikeluhkan Warga
Photo : Salah Satu Alat Berat Sedang Beroperasi


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG - Baru baru ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan pemasangan papan nama bertuliskan lokasi galian tanah ditutup.

Penutupan galian tanah tersebut berada di Kampung Kalampen, Desa Jambu Karya Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut dilakukan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang nomor 13 tahun 2011, Jo Pasal 63 UU nomor 26 Tahun 2009 tentang tata ruang.

Tetapi, saat setelah penutupan pengupasan galian tanah tersebut dari pantauan awak media BantenNet.com terlihat masih beroprasi, menurut keterangan salah satu supir truk yang di temui di lokasi galian tanah tersebut jam operasi di mulai pagi hingga malam hari, Selasa (29/6/2020).

Padahal, dengan jelas Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No.47/2018 tentang Jadwal Beroperasi Truk Hasil Tambang dan Barang.

Truk tersebut dilarang melintas pada pagi dan siang hari akan tetapi Perbup tersebut hanya memperkenankan sopir truk tanah dan barang dapat melintas mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Hal ini banyak di keluhkan warga atau penguna jalan yang melintas di wilayah tersebut, seperti Maman (42), lain papatah ngebul jasa kang (bukan main ngebul sekali) berisik belum lagi macet kalau truk itu melintas,"ucap maman

Kasie Pol PP kecamatan Rajeg Zenal Mutakin, saat di hubungi via WhastAap oleh awak media mengatakan, sudah di laporkan ke Pol PP kabupaten jadi itu ranahnya Pol PP kabupaten untuk menutupnya,"pungkasnya


Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi, membenarkan bahwa pengupasan galian tanah telah ditutup yang ada di wilayah Desa Jambu Karya Kecamatan Rajeg.

Terkait beroprasi lagi pengupasan galian tanah tersebut, pihaknya juga tidak pernah memberikan izin  kepada pihak pelaku pengelola pengupasan galian tanah itu.

"Padahal di lokasi pengupasan galian tanah sudah di beri papan nama larangan/penutupan,"ujarnya.

>ast

TerPopuler