Warga Bersikeras Galian Tanah Di Desa Klebet Harus Ditutup

Warga Bersikeras Galian Tanah Di Desa Klebet Harus Ditutup

Senin, Juni 29, 2020, Juni 29, 2020
Warga Bersih Keras Galian Tanah Di Desa Klebet Harus Ditutup
Photo : Rapat Mediasi Antara Pengusaha Galian Dengan Warga Klebet Temui Jalan Buntu


BantenNet.com, KABUPATEN TANGERANG- pemerintah Desa Klebet lakukan mediasi antara masyarakat  dengan pihak  pengusaha galian tanah bersama pemerintaah Kecamatan Kemiri menemui jalan buntu.

Warga RT 001 RW 003 Desa Klebet Kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang kompak, mereka tetap menolak adanya aktifitas galian tanah di wilayah mereka.

Penolakan ini disampaikan dalam pertemuan mediasi antara warga dengan pengusaha galian tanah yang difasilitasi pihak Desa Klebet dan Pemerintah Kecamatan Kemiri, pada  minggu (28/06/2020).

Acara mediasi ini digelar di Kantor Desa klebet yang dihadiri Camat Kemiri Dra Yati Nurulhayat, Kades Klebet Aang Holid, BPD, Karang Taruna, LPM, Satpol PP dan warga setempat.

Namun, mediasi ini menemui jalan buntu, warga tetap meminta aktivitas galian tanah ditutup karena warga menganggap lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya.

"Tiap hari mobil tanah ini lewat depan rumah, sampai  retak karena getaran mobil angkut tanah ini, apakah pihak pengusaha memperhatikan juga orang seperti kami yang terkena imbasnya, belum lagi ngebulnya bikin rumah jadi kotor," ucap Yudin, seorang warga.

Namun, perwakilan pengusaha yang hadir dalam pertemuan mediasi itu ngotot, mereka tetap minta agar malam ini, Minggu (28/6/2020) tetap dapat diizinkan beroperasi.

"Jadi untuk malam ini kami memohon kepada warga untuk diberi izin dulu buat operasi karena armada sudah terlanjur datang," kata perwakilan pengusaha, H.Komar.

Terkait tuntutan warga soal penutupan, dia menjelaskan akan lebih dulu berkoordinasi dengan pimpinananya. 

Namun warga tetap pada keputusan semula yakni menutup galian tersebut. 

Atas desakan warga, Camat Kemiri Yati Nurulhayat memutuskan bahwa aktifitas galian tanah itu tidak boleh beroperasi kembali.

"Karena dalam mediasi ini belum ada titik temu, aktivitas galian tanah ini dihentikan sementara waktu," katanya.

Lanjut, kasie Pol PP kecamatan kemiri Asep, saat di hubungi via telpon seluler oleh awak media BantenNet.com juga menjelaskan, setelah mediasi berlangsung aktivitas galian tanah di tutup sementara,"pungkasnya

>ast

TerPopuler